Permasalahan utama Covid-19 harus segera diatasi yaitu dengan memutus mata rantai penularan dengan cara meminimalisir kontak antara individu, mencegah transmisi antar daerah, serta mencegah transmisi lokal dengan karantina/ isolasi, baik terhadap suspek, probable, maupun terkonfirmasi positif Covid-19.
Mengatasi situasi terjadinya wabah seperti ini, penerapan kebijakan yang sifatnya top down dan sangat tegas kadang kala diperlukan, seperti penerapan karantina wilayah dengan berbagai perangkat hukumnya dengan melibatkan petugas dalam mengawasi setiap mobilitas masyarakat, dan memaksa masyarakat untuk mematuhinya. Namun demikian kebijakan tersebut bisa saja menjadi tidak efektif apabila tidak diikuti dengan kompensasi maksimal yang harus diberikan kepada masyarakat terdampak, yang tentunya hal ini sangat berhubungan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pendekatan dengan melibatkan langsung peran serta masyarakat sebagai pelaku utama.

Kab Sukoharjo ditunjuk sebagai salah satu Kabupaten di Wilayah Kerja Balkesmas Klaten untuk menjadi kabupaten yang diberi intervensi mendalam dengan pendampingan dari Pemprov Jateng, Dinkes Prov Jateng dan Balkesmas Wilayah Klaten dalam program INTIP JOGO TONGGO.
Pembekalan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu 14-15 Juni 2021 yang diikuti oleh lintas sektoral (DPMD, diskominfo,satpol PP), Puskesmas Tawangsari, Kartosuro dan Sukoharjo, serta kepala desa terpilih di 3 lokasi yang telah ditetapkan.

Tujuan dari program ini adalah Terlaksananya pembekalan edukator,enumerator dan pendamping masyarakat dalam pelaksanaan implementasi intensifikasi edukasi Jogo Tonggo dalam pencegahan dan penanggulangam Covid 19.

Salam sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *